Rabu, 01 Juli 2015
pohon perasaan
aku suka kamu
iya, kamu...
perasaan ini datang
tanpa diaharapkan
sepertinya..
benih-benih rasa itu
terbawa angin rindu
dan dengan lancangnya
terjatuh di atas tanah hati
benih itu begitu halus
tak kusadari perkembangannya
mata ini memberi nutrisinya
membuatnya mengakar tunggang
aku sayang kamu
iya, masih kamu...
sial, ternyata benih itu
pohon yang lain
spesies yang rumit
harusnya dari awal aku tahu itu
sekarang pohon itu sudah berdaun
belum lebat
tapi cukup sejuk
masih rasa yang sama...
iya, masih kamu
ada badai
petir menyambar hebat
hujan terlalu deras
angin tak kalah kencang
pohon rumit yang mulai rindang itu
seketika roboh
dahan-dahan mudanya patah semua
tak tersisa sedikitpun daun hijau bahkan coklat
aku... terlanjur menyayangimu
iya, masih kamu
sedari awal pohon itu berakar tunggang kan?
badai sedahsyat itu tak mampu mencabut akarnya
ah, pohon rumit itu mulai tumbuh lagi
kali ini spesies rumit itu
lebih sabar
dahannya melengkung lebih indah
daunnya tumbuh lebih santai
dan semua itu
membuat tanah hati lebih sejuk
kamu,
izinkan pohon rumit ini tumbuh
izinkan spesies ini berbuah
walaupun aku tahu
kau takkan pernah berteduh dibawahnya
namun,
bolehkah kuberharap?
berharap suatu saat nanti
kau mampir sejenak, dan merasa betah
untuk tetap tinggal
aku menyayangimu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar